Read Time:2 Minute, 18 Second

Wujud Manusiamu Semesta – Kumpulan Puisi yang diberi judul “Wujud Manusiamu Semesta” ini adalah sebuah naskah yang ditulis pada tahun 2015 dan telah mengalami perbaikan meski sangat diketahui dan disadari banyak memiliki kekurangan. Saya tetap berharap bahwa kumpulan puisi ini bisa memberikan inspirasi dan manfaat.

Seperti kebanyakan orang yang belajar dunia literasi, akan banyak ditemukan ketidakcocokan ataupun perbedaan persepsi, baik itu dari segi interpretasi, memahami ilmu sastra dan hal-hal lain yang bersinggungan dengan kesusastraan. Sangat disadari bahwa kekurangan di sana-sini tidak bisa dielak.

Tapi terlepas dari itu semua, harapannya adalah selalu ada manfaat yang bisa diambil. Mungkin dengan adanya kumpulan puisi ini, bisa menjadi salah satu alasan sahabat-sahabat maupun kawan-kawan memaknai hidup dari sudut pandang berbeda.

Wujud Manusiamu Semesta

Jika ingin berkomentar dipersilakan dan apabila ada yang dianggap tidak baik silakan sampaikan kritik dan sarannya. Hal ini untuk memperbaiki kualitas penulisan sehingga terjadi diskusi yang sama-sama memberikan manfaat tanpa merugikan siapapun.

Selain itu, semoga kesusastraan di Indonesia lebih baik lagi dan orang-orang mau mempelajari kesusastraan maupun kebudayaan yang ada, baik Indonesia itu sendiri atau kesusastraan daerah secara khusus. Selamat membaca.

Duka laksana erosi
Harap panjang endapan perih
Karya cipta kejujuran hati
yang kadang tak sampai
ke cekungan bumi.

Hari yang panjang
Bentang cinta, banyak rasa
Puja-puji luluhkan dada
mengembara ke antariksa tanpa doa
dan persiapan seribu tanda baca.

Dalam harap yang terlelap
Penantian membawa perlahan
bait-bait suci doa yang Esa
tundukkan kelu dan remuk dada.

Engkau dan hari yang panjang
Relakanlah segalanya dewasa
sebelum iman terkoyak
runtuh.

Kita selalu tahu apa arti bahagia
yang bersama nama tuannya
menjelma wajahmu di purnama.

Seperti aku yang mengamini segala
keriangan, kemalangan, dosa dan pahala
Kamu adalah semesta Tuhan
dalam wujud manusia.
terkadang khilaf dan tak lupa tertawa
di sela-sela fatwa Fukara
yang mengislamkan dirinya sendiri.

Naskah asli dari puisi ini semula berjudul “Harimu yang Panjang”, ditulis pada bulan Desember 2015.

Cinta dan Rindu Menyeluruh

/1/
Cinta dan harapan semu
laksana peluru menembus jantung.
Aku terkapar tak ditemukan
di waktu siang dan malam.

Ujung senja awan kelabu.
Asa mendekam dalam
rindu terkoyak perlahan
tak menyisakan kehidupan

Aku yang mencintamu
dilupakan sejarah
ditinggalkan keilmiahan.

/2/
Terenggut paksa
birahi bodoh sifat manusia
Biarkanlah hari ini namamu
berkumandang di langit tak berbumi

Doa yang menaiki Buroq
menuju kedermawanan-Nya
Cinta bagi manusa adalah peruntungan
antara belajar merelakan
atau terjerumus lembah keangkuhan
; berpura-pura ikhlas
tapi masih menertawakan kekuasaan-Nya

Cinta dan harapan
Tak lebih asumsi belaka
Diciptakan mitos dan diterjemahkan logika

/3/
Anugerah terindah
sekaligus pedih menyayat tabah.
Sekali saja, izinkan aku melafalkan doa-doa
Mungkin garis takdir tak berakhir air mata

“Harapan tetap setia
menisbahkanmu utuh
cinta dan rindu
menyeluruh”.

Naskah puisi ini semula berjudul “Kekasih dari Waktu” yang telah mengalami perubahan serta perbaikan, ditulis pada 27 Juli 2015.

0 0

About Post Author

Ahmed Fauzy Hawi

Mahasiswa jurusan Manajemen (kompetensi bidang Pemasaran, dan Manajemen Operasional) di Universitas Cokroaminoto dan konten kreator. Saat ini sedang bekerja di PT. Renjana Indonesia, Indie Book Corner, Orbit Indonesia, dan Toko Buku Indie.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *