Categories
Puisi

Cintamu Ruang Masa Depan dan Puisi Lainnya

Cintamu Ruang Masa Depan adalah puisi yang sebelumya ditulis di Tumblr, Facebook dan Google Doc. Semoga puisi-puisi berikut ini bisa memberikan inspirasi. Menjelmamu Biarkan saja hidup menjelmamumengajarkan sebuah kenanguntuk kau tanam dalam ingatan. Biarkan saja hidup menjadikanmulagu-lagu penguat sebuah perjalananbanyak orang yang kau temukan. Hidup dan kamu adalah dua simbolisasimakna yang melekat dan teruraidalam tubuh […]

Categories
Kontemplasi

Apa yang Kau Sebut Bahagia

Bahagia adalah sebuah definisi yang diyakini oleh masing-masing kita, lalu apa yang kau sebut kebahagiaan itu? Adakah ia sama seperti apa yang kuutarakan pada masa depan tentang hari ini? Cinta tak banyak dipahami oleh masing-masing kita, hanya sebuah rasa terkandung dalam dada menjadi dasar bahwa hidup tak lebih dari propaganda dan piciknya logika. Kadang kita […]

Categories
Kontemplasi

Bertemu dan Bertamu

Bertemu denganmu adalah sebuah hal yang tak bisa diumpamakan. Jauh sebelum pertemuan bermuara, hatiku telah bertamu lebih dulu pada hidupmu. Apakah kita akan bersama setelah masa sulit ini selesai? Ujarmu waktu itu di suatu malam yang hujan Aku tidak akan menyalahkan keadaan sebab kita adalah bagian darinya. Perihal gejolak yang sampai saat ini membuat kita […]

Categories
Puisi

Kembali Mengenang Segalanya

Masa lalu yang kau rindukan tak lebih dari mengenang sakit yang ingin kau lupakan dan kau hapus dari ingatan. Sedangkan bahagianya dibawa pergi melupakan dan dilupakan. Keinginanmu untuk lepas darinya, sebatas euforia. Berbahagia namun luka tak sembuh juga. Kau ingin kembali mengenang segalanya. Harapanmu yang dibawa olehnya adalah sisa sakit, tak bisa kau terima; untuk […]

Categories
Puisi

Bahasa Kalbu, Kamu dan Puisi

Bahasa cinta dan rasa, tentangmu dan segala cerita. Puisiku adalah semoga yang kadang tak dimengerti pembacaya namun fasih menyampaikan doa. Untukmu segala rasa, lahirnya cinta. Aku mencintaimu dari bahasa-bahasa kalbu, kamu dan puisi adalah segala yang menghuni pikiran dan hati. Ada sesuatu yang indah di luar sana, menungguku penuh tabah. Merekah senyumnya, hilangkan lelah: Wajahnya […]