Read Time:5 Minute, 59 Second

Komunikasi dalam Organisasi – Kita semua tahu bahwa dalam setiap kegiatan atau pun aktivitas yang dilakukan dalam hidup ini merupakan aktivitas dari komunikasi. Sepanjang hari kita melakukan aktivitas tersebut meski kita tidak pernah menyadarinya, contohnya adalah ketika kita berbicara dengan teman, keluarga, sahabat, dan dengan kekasih, bahkan dalam kelas di mana dosen menyampaikan materi, semua itu merupakan kegiatan dan aktivitas dari komunikasi.

Komunikasi merupakan hal yang sangatlah penting karena komunikasi mendukung semua aktivitas yang akan kita kerjakan. Komunikasi adalah salah satu aspek di mana komunikasi menjadi landasan awal terjadinya interaksi dengan pihak lain, baik melalui tulisan, pembicaraan, dan gerak tubuh maupun dengan gambaran-gambaran kecil yang bisa dengan mudah dipahami oleh penerima.

Ilmu komunikasi adalah suatu pengamatan terhadap produksi, proses, dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang melalui pengembangan teori-teori yang dapat diuji dan digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang – Berger dan Chafee (1987).

Di atas adalah pemikiran Berger dan Chafee (1987) mengenai ilmu komunikasi, di mana menurut mereka ilmu komunikasi lebih mengacu pada fenomena yang bekaitan dengan produksi, proses, dan pengaruh dari banyak sistem tanda dan lambang.

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi yang dilakukan melalui lisan atau pun dengan tulisan agar orang lain tahu. Pada dasarnya komunikasi adalah cara untuk memberitahu seseorang mengenai hal yang berkaitan dengan informasi, ide, gagasan, maupun pendapat sehingga mereka dapat memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai unsur komunikasi tersebut.

Organisasi merupakan tempat berkumpulnya banyak orang yang memiliki tujuan sama, seperti misi dan visi. Cakupan dari organisasi hanyalah sebuah masyarakat yang kecil. Sebuah organisasi adalah sebuah masyarakat dalam bentuk kecil. Di mana anggota atau orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut dieratkan melaui aktivitas-aktivitas yang melibatkan setiap anggota atau orang yang ada di dalamnya.

Perkumpulan dan organisasi hampir memiliki arti sama, di mana dalam sebuah perkumpulan juga memiliki tujuan, visi, dan maksud yang sama hanya saja yang membedakan dalam organisasi dengan perkumpulan adalah struktruralnya. Dalam organisasi ditentukan struktural yang sistematis dan setiap orang yang terlibat di dalamnya memiliki tempat tersendiri atau memiliki tanggung jawab yang berbeda.

Sedangkan dalam perkumpulan hanya melibatkan ketua dan wakilnya, dan anggota hanyalah sebagai pelengkap atau orang-orang yang memiliki tujuan sama tapi dikomandoi oleh ketua dan waktil, dan juga dalam suatu perkumpulan tidak ada struktural sistematis yang memberikan wewenang sendiri-sendiri seperti yang ada dalam organisasi.

Kata organisasi mempunya dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan yang efisien.

Sebelum organisasi menentukan tujuan-tujuan, terlebih dulu harus menetapkan misi atau maksud dari organisasi tersebut. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud didirikannya organisasi tersebut. Misi suatu organisasi adalah maksud khas dan mendasar yang membedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Dari misi tersebut orang-orang akan tahu organisasi yang dibangun lebih mengarah ke mana dan dalam bidang apa. Karenanya sebelum organisasi menentukan tujuan sebuah organisasi akan lebih baik apabila terlebih dahulu menetukan misi dan visi dan organisasi yang akan didirikan.

Dari penjelasan kata organisasi di atas, kita bisa menarik pengertian bahwa organisasi adalah lembaga atau kelompok yang bisa bergerak dalam bidang fungsional dan bergerak dalam bidang struktural dari proses pengelompokkan atau pengorganisasian.

Komunikasi yang terjadi dalam organisasi tidak akan pernah jauh dari yang namanya interaksi antara anggota atau karyawan, pemilik perusahaan dan bagian-bagian manajernya, atasan dan bawahan, dan kepala dari lembaga yang ada. Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi timbal balik di mana semuanya harus menanggapi atau menerima pesan yang disampaikan oleh komunikan.

Hubungan antara anggota organisasi direkatkan dengan komunikasi sehaingga terbentuk kebersamaan yang memungkinkan organisasi dapat menjalankan fungsinya. Melalui proses komunikasi anggota organisasi saling mengirimkan dan menerima pesan dengan menggunakan berbagai sistem. Dengan demikian sebauh organisasi komunikasi mempunyai dua fungsi penting:

  • Pertama, Memungkinkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi bertukar informasi yang diperlukan.
  • Kedua, Memisahkan anggota organisasi dari mereka yang bukan anggota organisasi.

Komunikasi dalam organisasi biasanya mengharuskan semua elemen yang ada di dalamnya tersebut bergerak, artinya setiap anggota diwajibkan aktif agar bagian yang ada bekerja dengan baik atau dapat berfungsi sepenuhnya. Arah yang ada dalam komuniksi organisasi melukiskan hubungan dalam rangkaian perintah dan setiap garis menggambarkan saluran formal bagi penyampaian informasi resi. Informasi tersebut bisa bergerak ke atas, ke bawah, atau horizontal melintasi hirarki formal.

Arah Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi internal dalam organisasi bergerak mengikuti arah ke atas, ke bawah, atau horizontal. Istilah-istilah ini digunakan untuk menunjukkan tingkat pertanggung jawaban dalam organisasi. Jumlah pesan yang bergerak menuju ke bawah lebih besar jumlahnya dari pada yang bergerak menuju ke bawah.

Artinya, pesan yang disampaikan oleh atasan atau ketua dalam organisasi tersebut lebih banyak diterima oleh bawahan dalam bentuk memo yang berfungsi untuk mengkoordinasikan upaya dan aktivitas, memberikan instruksi atau petunjuk serta untuk memberikan keterangan tentang sebuah keputusan atau kebijakan dari sebuah perusaan atau organisasi tersebut.

Informasi dan instruksi bergerak ke arah bawah mengikuti alur struktur organisasi agar setiap karyawan mengetahui dengan jelas apa yang diharapkan oleh perusahaan atau organisasi dari mereka, dan sebaliknya mereka juga dapat mengetahui apa yang dapat diharapkan dari perusahaan atau organisasi tersebut.

Contohnya, upaya komunikasi yang dilakukan oleh manajemen kepada karyawan baru merupakan faktor penting dalam menentukan kontribusi karyawan kepada perusahaan, maupun kepuasan kerja dan perkembangan karir yang dicapainya.

Untuk membangun dan membina itikad baik suatu organisasi atau perusahaan. Organisasi atau perusahaan menjembatani komunikasi bagi semua pihak yang terlibat dalam aktivitas perusahaan atau organisasi dengan menerbitkan majalah, buletin, surat edaran, pengumuman, laporan tahunan untuk karyawan, rapat, dan komunikasi tatap muka antara manajemen dengan karyawan.

Dalam sebuah perusahaan atau organisasi, komunikasi yang sering dipakai adalah komunikasi lisan karena komunikasi tertulis atau komunikasi yang bukan lisan lebih memerlukan biaya yang besar. Komunikasi lisan lebih diutamakan, kadang-kadang juga memerlukan biaya seperti sistem telepon antar perusahaan, sistem komunikasi radio, dan lain sejenisnya yang digunakan oleh pihak organisasi atau perusahaan untuk memberikan kemudahan dan mempercepat aktivitas komunikasi.

Jaringan Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi dalam organisasi mengikuti berbagai saluran formal yang memerlukan perencanaan dan pengelolaan yang cermat. Dari waktu ke waktu saluran komunikasi harus disesuaikan dengan perkembangan permasalahan dan kondisi. Bagan organisasi formal menggambarkan bagaimana informasi diperkirakan berjalan menurut alur yang ditentukan. dalam jaringan komunikasi organisasi, ada juga komunikasi yang informal. Komunikasi saluran informal biasanya lebih ditujukan kepada orang-orang yang aktif, tidak seperti saluran formal, jaringan informal atau saluran informal merupakan keadaan yang senantiasa konstan.

Komunikasi dalam organisasi merupakan komunikasi di mana melibatkan banyak faktor dan banyak aspek, seperti anggota dan manajemen atau manejemer, atasan dan bawahan, antara anggota satu dengan anggota lainnya.

Kegiatan komunikasi mencakup banyak hal, baik itu dalam kegiatan sehari-hari seperti ketika kita berkomunikasi dengan orang tua, teman, atau pun seseorang yang kita sayangi. Kegiatan komunikasi juga ada dalam bidang usaha, contohnya adalah ketika kita melakukan penawaran atau menyampaikan informasi mengenai produk yang kita jual. Dalam kegiatan organisasi, komunikasi biasanya digunakan ketika berada dalam lingkungan rapat, diskusi, atau hal-hal yang berkaitan dengan organisasi tersebut.

Komunikasi pada dasarnya adalah kebutuhan kita, hanya saja karena telah kita lakukan sepanjang hari maka komunikasi tersebut menjadi sesuatu yang tidak terlalu difikirkan. Tanpa adanya komunikasi maka kita tidak akan bisa berinteraksi dengan orang lain atau pun dengan makhluk yang ada di dunia ini.

0 0

About Post Author

Ahmed Fauzy Hawi

Mahasiswa jurusan Manajemen (kompetensi bidang Pemasaran, dan Manajemen Operasional) di Universitas Cokroaminoto dan konten kreator. Saat ini sedang bekerja di PT. Renjana Indonesia, Indie Book Corner, Orbit Indonesia, dan Toko Buku Indie.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *