Read Time:2 Minute, 52 Second

Rindu dan Ingatan yang Menyeruak Tentangmu – Ada saat di mana kita sampai pada satu titik yang tidak bisa ke mana-mana, keinginan-keinginan membawa kita jauh tapi hati masih menetap tak bergerak.

Setiap hal yang ada dalam benak sebatas ambisi, bukan cita-cita yang lahir atas upaya-upaya. Ingin beranjak tapi tidak pernah bisa; kita tertahan; kita terhenti; kita terjebak dan seakan mati. Hidup seperti distorsi membunuh ambisi-ambisi dan memanipulasi doa-doa dengan harapan yang dulu pernah diciptakan alam mimpi.

Berpulang dan Abadi

Langkah terhenti; mati.
Keinginan sebatas ilusi
mimpi-mimpi
masa depan adalah masa kini.

Kegelapan datang, melahap kepercayaan
Tak tersisa, dihujani bara kepayahan
Aku, yang lupa cara bersembunyi
ditakuti kegagalan dan ditertawakan ambisi

Menghibur diri dengan bernyanyi
Naluri pun berpuisi
Memacu adrenalin bangkit lagi
Namun, aku sebatas angan yang lupa masa kini

Semua perjuangan, berakhir di sini
Mimpi dan harapan, telah abadi
Berpulang dan takkan kembali lagi

Cinta dan Luka, Satu

Cinta seringkali menjadi bumerang, kedatangannya membawa banyak tawa tapi tidak jarang membawa luka yang siap menganga. Bahagia yang semula, lambat laun tergantikan air mata.

Dua hal yang lahir dari satu kesatuan rasa, cinta dan luka selalu bersama seperti masa lalu dan masa depan, terhenti di masa kini sebelum akhirnya menabahkan diri.

Yang pandai beretorika
lugas menjelaskan teori-teori dunia
Mari duduk bersama dan berbicara tentang cinta
Tanamkan dalam kepala, bagaimana ia seharusnya?

Cinta dan kedatangannya
Kadang bisu tak bersuara
begitu tiba-tiba
menenggelamkan segala kegetiran yang ada?
Cinta dan waktu datang
adalah dua hal; suka dan dukacita, mengekang
menjerumuskan ketabahan pada kepayahan.

Kau tahu, ketika cinta datang mengetuk dada
Bertamu bahagia tanpa pernah menjelaskan duka
Tergambar, tergurat, tersirat segala bentuk sukacita
Sebelum akhirnya terluka;
ditusuk pilu dan lara

Cinta dan luka, satu
Menghancurkan isi kepala
melebur dalam dada; menyatu bersama
Lalu, kita terisak mengingat bahagia
Cinta dan luka itu satu
Seperti halnya aku dan kamu yang dulu.
; tertawa dan tidak mengenal air mata

Masih Kekasihku

Yang tertinggal adalah hal yang akan menetap selamanya, ia menjadi satu bagian utuh dan memiliki tempat tersendiri meski hidup terus saja berganti dan bertemu dengan orang-orang baru.

Tapi yang pernah mengisi hati masih menjadi bagian diri sendiri, tersimpan dan terurai menjadi kenangan yang sewaktu-waktu mengingatkan bahwa hidup pernah dimiliki seseorang dan bukan hanya dimiliki oleh kita sendiri.

Pertanyaan bergentayangan
menekan keberanian dan keperkasaan
Semua hal indah tersimpan
Rasa tumbuh meruah
melipat jarak dengan harapan

Pencarian, perihal cinta dan pengabdian
Terpendam tak terpenuhi
Bergejolak rasa, memohon keinginan dikabulkan
Ketika doa-doa, mulai berhenti
di lengkungan langit permadani
dijatuhkannya ia ke bumi oleh setan-setan
Terinjak bagaikan hempasan, di kaki

Hidup hanya sekali
seperti dua puluh empat sehari
Begitu pun dengan rasa di hati
Biarpun tubuhku mati
Jiwaku masih menjerit sejadi-jadi
Meminta penuh harap, cintaku kembali
dalam damai bersamamu yang telah pergi

Cintamu yang suci, menetap dalam hati
Dari doa-doa yang diajarkan Tuhan
Tersimpan menyeluruh, di sini
Engkau, masih menjadi kekasih
meski tak lagi di dunia ini

Rindu Menusukmu

Bagaimana jika rindu menusukmu
perlahan menikam pikiranmu
sembilu jawabmu tegarkan perih penantian?

Biarkan saja, bagiku sudah cukup
segala rasa menyeluruh membara
dalam dekap dan peluk nestapa.

Karena rindu adalah kunang-kunang,
menyala kala sepi. Di kegelapan
Sampaikan sebuah salam padanya
terucap lirih doa dalam dada.

Perkara temu yang tak bersua
lahir atas permohonannya
dibesarkan kedua tangannya
: Rindu itu aku dan harap temu itu doaku

Jika nanti, pertemuan menyangkal
Biarkan seluruh rasaku memburu
penyesatan yang dibawa setan-setan
dalam perilaku dan pikiran.

Yogyakarta, 02 Oktober 2014

0 0

About Post Author

Ahmed Fauzy Hawi

Mahasiswa jurusan Manajemen (kompetensi bidang Pemasaran, dan Manajemen Operasional) di Universitas Cokroaminoto dan konten kreator. Saat ini sedang bekerja di PT. Renjana Indonesia, Indie Book Corner, Orbit Indonesia, dan Toko Buku Indie.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *