Read Time:50 Second

Pikiramu, Sajak Tua –¬†Sejarah acapkali meringkas sebuah cerita dalam benak pikir manusia menjadi kamuflase, perbedaan bumi dan langit. Terkadang ia jatuh ke dasar, kembali menjadi serpihan-serpihan fakta yang tak bisa dicerna. Pun terkadang ia seketika tinggi, mendaki cakrawala dengan bayang-bayang dan mimpi yang sukar diterima pengetahuan.

Cahayaku paling terang dan paling indah di mata manusia, tidak akan ada yang menyamainya. Ia melebihi segala hal yang pernah dibayangkan manusia.Ia seperti sedang mempermainkan peran yang begitu lugu, berpura-pura polos dan tak tahu malu; tidak merasa bahwa ada kekeliruan yang dengan sengaja ditaburkan dalam tempurung: Logika manusia. Bintang-bintang dan bulan seakan bermain dan sama-sama mengatakan:

Pikiranmu, sajak tua
yang tak terbaca tanpa doa
dan mimpi masa muda
ibarat kenyataan, tak hilang
meski renta tak disangka-sangka.

Membicarakan sepasang rasa
tenggelam dalam tinta
menangis di baris-baris penuh koma.
Ia tertawa seakan gila
dan ucapannya penuh dusta
tak sekalipun berjeda.

Sejarah yang ditulisnya
fatamorgana dan ilusi cinta
bersenggama birahinya
di kepala dan dada.

Yogyakarta,  12 April 2020

0 0

About Post Author

Ahmed Fauzy Hawi

Mahasiswa jurusan Manajemen (kompetensi bidang Pemasaran, dan Manajemen Operasional) di Universitas Cokroaminoto dan konten kreator. Saat ini sedang bekerja di PT. Renjana Indonesia, Indie Book Corner, Orbit Indonesia, dan Toko Buku Indie.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *