Read Time:4 Minute, 45 Second

Pemikiran dan Konsepsi John Adam Smith dan John Maynard Keynes – Sejarah ekonomi memiliki caranya sendiri dalam perkembangannya. Sejarah ilmu ekonomi muncul ketika John Adam Smith menerbitkan karyanya yang berjudul Wealth of Nations (1770).

Pertama adalah bersifat tematik, yaitu yang lebih menekankan aspek kegiatan ekonomi atau tema-tema ekonomi dalam sejarah. Kedua ialah bersifat paradigmatik, yaitu faktor ekonomi dijadikan sebagai skema mental atau asas falsafah dalam mengkaji sejarah.

Bidang sejarah ekonomi berkembang pesat dalam abad ke-20 masihi sehingga membentuk dua aliran, yaitu aliran sejarah ekonomi tradisional yang bersifat menyeluruh dan aliran sejarah ekonomi baru atau disebut sebagai cliometrics yang bersifat terlalu khusus kepada persoalan ekonomi semata-mata.

Adam Smith dikenal sebagi pencetus pertama mengenai free-market capitalist, kebijksanaan laissez-faire sekaligus merupakan bapak ekonomi modern. An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations, atau yang biasa disingkat “The Wealth of Nation” adalah buku terkenal oleh Adam Smith yang berisi tentang ide-ide ekonomi yang sekarang dikenal sebagai ekonomi klasik. Dalam bukunya The Wealth of Nations, Smith juga mendukung prinsip “kebebasan alamiah”, yakni setiap manusia memiliki kebebasan untuk melakukan apa yang diinginkannya tanpa campur tangan pemerintah.

Tentu setiap sesuatu akan ada yang memikirkannya. Pemikiran ekonomi tentunya memiliki rujukan konsepsi dan teori, siapa yang membuatnya dan mengacu kepada apa. Sebab terjadinya sesuatu akan mengarah langsung kepada pokoknya, adalah ketika pemikiran muncul maka teori dan konsepsi akan muncul mengirinya.

Tulisan ini akan mengkaji sedikit mengenai sejarah pemikiran yang diperkenalkan oleh John Adam Smith dan John Maynard Keynes. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat uraian yang ada di bawah ini.

Pemikiran Adam Smith

Adam smith mulai dikenal ketika ia menerbitkan karyanya yang berjudul “Wealth of Nations” pada tahun 1770. Sejarah dimulainya pemikiran ekonomi klasik yang mengacu pada konsepsi yang dibawa oleh Adam Smith. Adam Smith dikenal sebagi pencetus pertama mengenai free market capitalist, kebijksanaan laissez-faire sekaligus merupakan bapak ekonomi modern. An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations, atau yang biasa disingkat “The Wealth of Nation” adalah buku terkenal oleh Adam Smith yang berisi tentang ide-ide ekonomi yang sekarang dikenal sebagai ekonomi klasik.

Dalam bukunya The Wealth of Nations, Smith juga mendukung prinsip “kebebasan alamiah”, yakni setiap manusia memiliki kebebasan untuk melakukan apa yang diinginkannya tanpa campur tangan pemerintah.Adam Smith, sebagai seorang pemikir memiliki kerangka berpikir yang sistematis dan tertarik pada perilaku manusia (human conduct).

Sebagai seorang filsuf moral Smith tertarik pada masalah-masalah ekonomi, terbukti pada catatan perkuliahannya antara tahun 1760-1764 tentang filsuf moral terdapat beberapa poin yang menyinggung masalah ekonomi. Dalam pemikirannya Adam Smith banyak dipengaruhi oleh beberapa pemikir-pemikir besar sebelumnya.

Kemajuan besar ajaran ekonomi adalah saat Smith melakukan emansipasi terhadap kedua belenggu kaum merkantilis dan physiokrat. Labih dari duaratus tahun para ahli ekonomi mencari sumber kemakmuran. Kaum merkantilis menemukan sumber kemakmuran pada perdagangan internasional, sedangkan kaum physiokrat menemukannya pada lebih jauh lagi dan beranggapan bahwa kemakmuran yang asli didapat dari pengaruh perdagangan terhadap produksi, pada saat itu hanya ada satu macam produks yaitu pertanian.

Berbicara mengenai arti nilai dalam ekonomi, Smith mengidentifikasikan barang memiliki dua nilai yakni nilai guna (value in use) dan nilai tukar (value in exchange). Nilai tukar barang akan ditentukan oleh jumlah tenaga (labor) yang diperlukan salam menghasilkan barang tersebut, sedangkan nilai guna adalah nilai kegunaan atau fungsi barang itu sendiri (Deliarnov, 2010).

Dalam ekonomi klasik, utility tidak menjadi kajian dalam pelbagai teori yang dibawa olehnya baik dari segi nilai, labor ataupun pertumbuhan. Dalam teori klasik, nilai kesetimbangan lah yang menjadi patokan harga dibandingkan nilai-nilai penawaran dan permintaan (supply and demand).

Sedangkan dalam neoklasik, nilai keperluan menjadi prioritas utama disamping nilai kesetimbangan yang juga digunakan dalam mengontrol supply and demand (Button, 2014). Dari segi nilai (value), ekonomi klasik dan neoklasik memiliki definisi yang sangat berbeda. Dalam teori klasik, nilai suatu barang sama dengan harga yang digunakan dalam produksi.

Dari penjelasan di atas bisa diambil kesimpulan bahwa Adam smith dengan teori klasiknya telah mengawali perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, karenanya tidak salah apabila dia disebut sebagai bapak ekonomi.

Konsepsi John Maynard Keynes

John Maynard Keynes, atau sering disebut J.M. Keynes atau Keynes, definisinya berorientasi pada kebijaksanaan dan beliau memberikan definisi yang bersifat umum yaitu:

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang menyangkut tentang kebijaksanaan guna mengatasi masalah yang mendesak termasuk masalah pengangguran yang ada (dalam bukunya yang sangat terkenal dengan judul: General Theory of Employment Interest and Money yang diterbitkan tahun 1938). Penekanannya pada perluasan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan.

Keynes yang lebih condong kepada pemikiran modern, pemikiran yang dibawa oleh keynes adalah teori mengenai sesuatu yang mencakup lebih besar dari pemikiran Adam Smith. Keynes berhasil melakukan escape dari masa lalu, yaitu dari tradisi laissez faire yang dianut pakar-pakar ekonomi masa silam seperti Adam Smith, David Richardo dan gurunya sendiri Alfred Marshall. Keynes kemudian berhasil membentuk suatu “bangunan rumah utuh” dalam struktur teori-teori ekonomi baru, sehingga terjadi revolusi baik dalam teori bahkan kebijakan ekonomi.

Pandangan Keynes sering dianggap sebagai awal dari pemikiran ekonomi modern. Keynes banyak melakukan pembaharuan dan perumusan ulang doktrin-doktrin klasik dan neo-klasik. Karena Keynes menganggap peran pemerintah perlu dalam melaksanakan pembangunan, sehingga Keynes sering disebut “Bapak Ekonomi Pembangunan”.

Selain itu, ia juga disebut “Bapak Ekonomi Makro”, sebab dahulu dalam tradisi klasik maupun neo-klasik analisis-analisis ekonomi lebih banyak bersifat mikro, sejak Keynes analisis ekonomi juga dilakukan secara makro. Hal itu dilakukan dengan melihat hubungan di antara variabel-variabel ekonomi secara besar-besaran.

Literatur:
  • Becker. Gary.S., 2007, Economic Theory, New Jersey, Transaction Publishers
  • Deliarnov, 2010, Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Jakarta, Rajawali Pers
  • Skousen, Mark., 2007, Sang Maestro Teori-Teori Ekonomi Modern, Jakarta, Prenada Media
  • Wikipedia.com Sejarah Ekonomi di akses jam 01:21 WIB
  • http://www.ehow.com/info_7904133_difference-between-classical-neoclassical-economics.html. (Di akses jam 01:48 WIB)
0 0

About Post Author

Ahmed Fauzy Hawi

Mahasiswa jurusan Manajemen (kompetensi bidang Pemasaran, dan Manajemen Operasional) di Universitas Cokroaminoto dan konten kreator. Saat ini sedang bekerja di PT. Renjana Indonesia, Indie Book Corner, Orbit Indonesia, dan Toko Buku Indie.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *