Read Time:5 Minute, 34 Second

Manajemen Sebagai Metode Kehidupan – Tidak ada yang benar-benar mampu menjelaskan apa itu manajemen, para ahli juga memilik perbedaan dalam mendefinisikan manajemen. Kenyataannya adalah tidak satupun definisi manajemen yang di telah di terima secara universal.

Pengertian manajemen begitu luas sehingga dalam tidak ada definisi yang digunakan secara konsisten oleh semua orang. Karena telalu banyaknya pengertian yang ada, akan jauh lebih baik jika memfokuskan pada satu pembahasan.

Dalam bukunya yang berjudul Teori dan Aplikasi Manajemen: Komprehensif Integralistik Prof. Dr. Laurence A. Manullang, DA memaparkan:

Manajemen adalah suatu prinsip, konsep, dan teori 

Prinsip merupakan fundamental kebenaran yang diyakini sebagai suatu kebenaran dalam waktu tertentu, menjelaskan antara dua atau lebih variabel. Misalnya dalam teori gravity menjelaskan bahwa sesuatu yang mempunyai berat itu harus jatuh ke bawah.

Tidak perlu dibuktikan bahwa seorang manusia itu naik kebangunan tinggi dan melompat kebawah, membuktikan bahwa dia yang mempunyai berat apakah memang jatuh kebawah. Di sini ada hubungannya beberapa variabel yaitu antara berat, tinggi, jatuh.

Akan tetapi teori itu hanya berlaku pada waktu dan tempat tertentu sebab kemudian diketahui sesuatu yang mempunyai berat diangkasa tidak terjatuh.

Dua konsepsi utama untuk mengukur prestasi kerja (performance) manajemen adalah efisiensi dan efektivitas. Efesiensi Adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar, ini merupakan konsep matematika atau merupakan perhitungan ratio antara keluaran (output) dan masukan (input). Efektivitas Merupakan kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut ahli manajemen Peter Drucker efektivitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things), sedangkan efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing things right).  Ketika seseorang telah menentukan apa yang akan dijalaninya tentu akan menjadi suatu pilihan bahwa itulah profesi yang akan dijalaninya.

Banyak usaha yang telah dilakukan untuk mengklasifikasikan manajemen sebagai suatu profesi, seperti Edgar H. Schein telah menguraikan karakteristik-karakteristik atau kriteria-kriteria untuk menentukan sesuatu sebagai profesi yang dapat diperinci sebagai berikut:

  • Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum. Adanya pendidikan, kursus-kursus dan program-program latihan formal menunjukkan bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diandalkan.
  • Para professional mendapatkan status mereka karena mencapai standar prestasi kerja tertentu, bukan karena favoritisme atau karena suku bangsa ataupun agamanya dan kriteria politik juga social lainnya.
  • Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan disiplin untuk mereka yang menjadi kliennya.

Dewasa ini manajemen telah berkembang menjadi suatu bidang yang semakin professional melalui perkembangan yang menyolok program-program latihan manajemen di universitas-universitas ataupun lembaga-lembaga swasta, dan melalui pengembangan para eksekutif organisasi (perusahaan).

Manajemen dan Pembuatan Keputusan

Kehidupan selalu dipenuh dengan serangkaian masalah dan selalu ada hal-hal yang akan memaksa kita untuk membuat suatu tindakan ataupun keputusan untuk memecahkannya. Keputusan dibuat berdasarkan apa yang sebelumnya ada dan yang akan datang, meski dalam hal ini mungkin tidak terlalu pasti karena tidak ada yang mampu menafsirkan apa yang akan terjadi dimasa depan.

Semua yang ada dimasa depan hanyalah gambaran hari ini, jika yang kita lakukan hari ini baik maka dengan pertolongan dari yang kuasa dimasa mendatang akan baik pula. Hidup adalah bagaimana memahami setiap hal yang kita lakukan, tindakan apa yang akan kita ambil dan keputusan apa yang akan kita buat.

Pembuatan keputusan adalah kunci dari sebuah perencanaan, tentunya sudah pasti manusia selalu memiliki rencana dan keinginan yang ingin dicapainya. Lepas dari itu, peranan pembuatan keputusan sangatlah penting untuk menunjang rencana yang telah dibuat agar sesuai dengan harapan.

Pembuatan keputusan adalah suatu tindakan dimana kita menentukan serangkai kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Pembuatan keputusan (decision making) menggambarkan suatu proses melalui serangkaian kegiatan yang dipilih sebagai bentuk penyelesaian dari suatu masalah tertentu. Seperti yang telah di kemukakan oleh George P. Huber, dimana ia membedakan pembuatan keputusan dari pembuatan pilihan dan dari pemecahan masalah (problem solving).

Untuk membuat keputusan yang baik salah satunya adalah kita harus memahami dan merumuskan masalah-masalah yang ada. Dari situlah kita akan menganalisa dan mencari apa yang terbaik untuk kedepannya. Keputusan dibuat agar apa yang terjadi telah direncanakan berjalan dengan semestinya.

Proses dasar dalam pembuatan keputusan yang rasional hampir sama dengan proses perencanaan strategi formal. Adapun prosesnya akan dikemukakan sebagai berikut:

  • Pemahaman dan Perumusan Masalah
  • Pengumpulan dan Analisis Data yang Relevan
  • Pengembangan Alternatif-alternatif
  • Evaluasi Alternatif-alternatif
  • Pemilihan Alternatif Terbaik
  • Implementasi Keputusan
  • Evaluasi Hasil-hasil Keputusan

Sedangkan teknik-teknik riset operasi pembuatan keputusan mencakup beberapa hal, antara lain:

  • Terpusat pada pembuatan keputusan
  • Penggunaan metode ilmiah
  • Efektivitas

Motivasi dan Kehidupan

Setiap seseorang yang hidup pasti akan membutuhkan suatu dorongan ataupun dukungan, entah itu dari keluarga, teman dekat ataupun dari hal-hal lainnya yang bisa didapatkan dengan memahami apa yang telah terjadi.

Sudah menjadi lumrah bahwasanya kehidupan adalah hal yang memberikan tekanan dan juga memberikan dorongan, manusia berproses untuk menemukan jati dirinya sendiri dengan mempelajari hal-hal yang belum diketahuinya semisal dengan pendidikan di sekolah, kuliah, lingkungan dan semacamnya.

Hidup adalah sebuah liku-liku dalam berproses untuk menemukan hal yang mampu mengangkat derajat manusia. Setiap orang yang hidup pasti mendapatkan kendalanya masing-masing dan membutuhkan motivasi berbeda. Semisal ketika suatu keluarga kehilangan salah satu keluarganya, motivasi yang diberikan akan berbeda.

Begitu pun dengan seorang anak yang tidak naik kelas, memberikan motivasinyapun berbeda. Tergantung apa yang dialami oleh orang tersebut, dalam bisnispun demikian. Kadang ada karyawan yang malas-malasan dan kadang ada juga yang rajin, adalah tugas dari seorang pemimpin untuk memberikan dorongan kepada bawahannya agar menjadi lebih baik lagi untuk saling memberikan keuntungan.

Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan, dan memelihari perilaku manusia. Motivasi sebenarnya bukanlah satu-satunya factor yang memperngaruhi seseorang, ada dua factor lainnya yang terlibat didalamnya. Adalah kemampuan individu dan pemahaman prilaku yang diperlukan untuk memberikan dampak yang lebih baik lagi.

Setiap orang memiliki tujuannya masing-masing dalam kehidupan ini. Karakter yang ditetapkan Tuhan dalam diri manusia sangatlah beragam dan bermacam-macam, ada yang baik dan ada pula yang buruk. Tapi bukan berarti bahwa Tuhan sengaja menempatkan seseorang dalam keadaan yang buruk, melainkan Tuhan ingin melihat bagaimana kita memahami segala hal-hal yang ada didunia ini.

Manusia selalu hidup dengan rencan-rencana yang cukup banyak, harapan yang seringkali datang menghampiri kita akan memberikan dorongan untuk mewujudkannya. Akan tetapi terkadang kita tidak tahu keputusan apa yang harus di ambil dalam menyikapinya. Sebenarnya untuk mengambil sebuah keputusan, salah satunya kita harus memahami terlebih dahulu factor apa yang mendorong kita untuk membuat keputusan tersebut.

Kehidupan adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari suatu kendali, sehingga terkadang kita merasa berada ditempat yang sepi dan sangat asing. Sulit untuk menjelaskan dan merasa terdesak karena suatu keadaan, oleh karena itu kita senantiasa butuh dorongan ataupun motivasi dari orang lain dan sekitar kita.

Literatur:

  • Prof. Dr. Laurence A. Manullang, DA., Teori dan Aplikasi Manajemen Komprehensif Integralistik, Edisi Revisi, Mitra Wacana Media, Jakarta, 2014
  • Dr. T. Han Handoko, M.B.A., Manajemen, Edisi Kedua, BPFE, Yogyakarta, April 2015
  • George P. Huber, Managerial Decision Making, Scoott Foresman, III., 1980.
0 0

About Post Author

Ahmed Fauzy Hawi

Mahasiswa jurusan Manajemen (kompetensi bidang Pemasaran, dan Manajemen Operasional) di Universitas Cokroaminoto dan konten kreator. Saat ini sedang bekerja di PT. Renjana Indonesia, Indie Book Corner, Orbit Indonesia, dan Toko Buku Indie.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *