Categories
Ulasan

Komunitas Paragraf Melestarikan Literasi

Sebuah RomanKomunitas adalah kumpulan yang terdiri dari orang-orang dengan latarbelakang berbeda. Lahirnya sebuah komunitas biasanya didasari oleh minat bersama seperti kesamaan hobi. Banyak komunitas di luar sana yang sudah ada dan hampir semua komunitas memiliki nama dan bergerak di bidang tertentu, mulai dari komunitas Blogger, WordPress, Menulis dan lain sebagainya. Salah satu contohnya adalah komunitas paragraf yang bergerak di bidang literasi dan sastra.

Paragraf
Logo Para-Graf

Para-Graf dan Kilas Baliknya

Lahirnya komunitas ini diambil dari kesepakatan pengambilan nama Para-Graf yaitu pada tanggal 04 September 2019 berdasarkan musyawarah anggota yang telah bergabung sebelumnya.

Komunitas Paragraf sendiri bergerak di bidang kepenulisan, sesuai dengan iktikad awal dari foundernya yang ingin mengajak orang-orang untuk kembali belajar bagaimana menulis dan bergelut di dunia sastra. Memang pada mulanya hanyalah gambaran umum, namun karena berkembang dengan respon dari orang-orang yang ingin bergabung dan belajar bersama di Paragraf, maka diputuskalah sebuah kesepakatan seperti, peraturan, rules diskusi, pengiriman karya dan lain sebagainya.

Nama dari Para-Graf dihasilkan melalui kesepakatan dan usulan anggota. Salah satu orang yang mengusulkan nama Para-Graf adalah Verawati Nur Oktavia Rahayu yang juga salah satu pendiri dari Rumpun Nektar. Sedangkan inisiasi Komunitas Paragraf ini diawali oleh Ibnu Firmansyah (lebih dikenal dengan nama pena Ibnufir dibanyak sosial media seperti Instagram, Tumblr).

Makna dari Para-Graf sendiri tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia, hanya saja implemetasi dan yang dijadikan subjek adalah orang. Artinya Para-Graf jika disebutkan menjadi sekumpulan orang dengan latarbelakang berbeda, dengan ide-ide briliannya untuk sebuah tujuan bersama yaitu pengetahuan tentang literasi dan sastra.

Harapan Untuk Literasi dan Kesusastraan Indonesia

Harapan dari komunitas paragraf ini tidak terlalu banyak dan tidak muluk-muluk, yaitu ingin memahami sastra dan memberikan wadah bagi siapapun yang ingin belajar menulis (tentunya hal-hal yang berkaitan dengan kesusastraan). Semoga dengan adanya komunitas ini, minat masyarakat di Indonesia, khususnya pemuda-pemudi bisa memahami dan ingin kembali mempelajari seperti apa kesusastraan Indonesia itu.

Sesuai dengan tujuan awal dari founder komunitas ini yang semula ingin menghimpun dan memberikan wadah kepada orang-orang yang berminat dalam sastra, maka terlahirnya Para-Graf dengan harapan sederhananya.

Sama seperti komunitas pada umumnya, aturan dan pola-pola tetap dipakai karena Para-Graf masih belum memakai sistem strukturisasi. Komunitas ini masih dikelola oleh Admin sebagai penanggung jawab dengan tidak melupakan saran dan kritik dari anggotanya.

Salam Literasi dan Budaya

Yogyakarta, 24 November 2019

By Ahmed Fauzy Hawi

The second child of the romantic couple, Sahawi and Saniah | Writing poetry | Studied at the University of Cokroaminoto Yogyakarta, majoring in management with the consenation of human resources management.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.