Categories
Puisi

Cintamu Ruang Masa Depan dan Puisi Lainnya

Cintamu Ruang Masa Depan adalah puisi yang sebelumya ditulis di Tumblr, Facebook dan Google Doc. Semoga puisi-puisi berikut ini bisa memberikan inspirasi. Menjelmamu Biarkan saja hidup menjelmamumengajarkan sebuah kenanguntuk kau tanam dalam ingatan. Biarkan saja hidup menjadikanmulagu-lagu penguat sebuah perjalananbanyak orang yang kau temukan. Hidup dan kamu adalah dua simbolisasimakna yang melekat dan teruraidalam tubuh […]

Categories
Puisi

Menyimpan Dendam, Dari Apa dan Siapa

Menyimpan Dendam, Dari Apa dan Siapa sebenarnya tak lebih dari sebuah judul saja karena di dalam tulisan ini menceritakan kehidupan dan segala hal yang bisa dijadikan refleksi sebuah hubungan. Menyimpan Dendam Aku sedang menyimpan dendam asmaraterhadap luka yang kau torehkan. Waktu itu, aku mampu merengkuh segala bahagianamun setelah kau iris hati tanpa rasa iba,cintamu tak […]

Categories
Puisi

Mungkin Kita Mengerti dan 5 Puisi Lainnya

Mungkin Kita Mengerti dan 5 (Lima) Puisi Lainnya merupakan sebuah puisi yang ditulis di beberapa sosial media dan platfom seperti Instagram, Tumblr, dan Medium. Seperti judulnya semoga kita menemukan kebahagiaan dan bisa mengerti jika bukan saat ini mungkin nanti Tuhan memberikan kesempatan. Selamat membaca dan menikmati, semoga bermanfaat. Mungkin Kita Mengerti Mungkin tak mudah bagimu […]

Categories
Naskah Lama Puisi

Aku (Berhati-Hati) Mencintaimu

Aku (Berhati-hati) Mencintaimu merupakan sebuah puisi yang ditulis pada tahun 2017. Di mana puisi ini diselengi dengan pembacaan versi monolog dan epilognya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihati di bawah ini. Selamat menikmati. Monolog: Tuhan memberikan kesempatan pada kita semua untuk merasakan jatuh cinta. Cinta datang dari segala arah yang tidak pernah kita tahu sebelumnya dan […]

Categories
Naskah Lama Puisi

Negeri Si(apa)?: Sebuah Puisi Persembahan

Negeri Si(apa)? merupakan sebuah puisi yang dibacakan dalam kegiatan Panggung Rakyat di titik Nol Kilometer Yogyakarta saat terjadi penggusuran pedagang asongan. Monolog: Mari kita heningkan sejenak kota dan halaman ini, biarkan udara menyekap senyap helaan nafas kita, biarkan riuh bunyi kendaraan menyerang ketenangan dan membuat ramai segala sudut juga dinding tebal kehidupan yang seakan-akan tidak […]