Categories
Kontemplasi

Rinduku Pancaroba, Penuh Darma Bakti

Rinduku adalah sebuah musim, berganti-ganti. Menunggu reda hujan dan menyemikan kemarau. Rinduku pancaroba, menunggu pertemuan tiba. Pelukanku tak perlu kau damba, sebab dingin tak mesti dihangatkan. Adakalanya ia harus dibiarkan saja, menusuk masuk ke tulang-tulang. Siapa tahu saripati rasa kau dapatkan dan mengajarkan ketabahan bahwa rindu tak mesti bersua saat ini juga. Jika kau ingat, […]

Categories
Kontemplasi

Semoga, Cintamu Baik-Baik Saja

Semoga, cintamu baik-baik saja seperti aku yang masih berjuang meski luka menganga; bertahan atas rapuhnya harapan dan lambatnya melupakan. Aku ingin kembali, pada semoga yang pernah diucapkanmu dalam doa-doa. Cinta yang pernah kau tawarkan dulu masih membekas dalam ingatan. Ia mengenang luka di derasnya air mata. Aku masih tetap berusaha untuk tabah dan menerima meski […]

Categories
Kontemplasi

Cintamu Mungkin Saja Tangguh, Tapi Tidak Dengamu

Cintamu mungkin saja tangguh, tapi dirimu termasuk orang yang rapuh. Buktinya kau telah dikalahkan oleh rayuan-rayuan yang membuatmu luluh dan bersimpuh. Bagimu masa lalu seperti prahara menghempaskan bahagia penuh tawa. Pada langit-langit kenanganmu yang terdahulu, kau menitipkan isak tangis melalui semesta. Meneteskan air mata, ditinggalkan suka cita dan luka yang menganga seakan-akan membawamu pada hidup […]

Categories
Kontemplasi

Kepercayaan Yang Lebih Dewasa

Kepercayaan yang kupupuk, mengajarkan bahwa hidup tidak melulu baik dan benar. Kekeliruan bisa datang dari manapun, termasuk cara pandang orang tentangku. Baik dan tidaknya menurut mereka tidak terlalu jadi soal, karena perkara yang dikerjakan tolok ukurnya bukan pada penilaian mereka. Setiap orang punya pemikirannya sendiri, punya hak dan kewajibannya sendiri. Mereka berhak menilaiku dengan sudut […]

Categories
Kontemplasi

Aku Ingin Biasa Saja Mencintaimu

Kebebasan: Aku tidak butuh banyak hal untuk mencintaimu, cukup biarkan aku seperti bebas tanpa beban. Mungkin dengan begitu aku lebih lugas dan lapang, merelakan segal hal yang kau pertentangkan; tidak melibatkan ego dan menoreh luka-luka. Biarkanlah aku menjadi seseorang yang bebas dalam menentukan banyak hal meskipun aku termasuk orang biasa-biasa saja. Biarpun sering menanggapi banyak […]