Read Time:4 Minute, 0 Second

Bermimpilah Melihat Masa Depan – Kamu akan melihat masa depan yang takkan pernah selesai ujungnya. Semua harapan dan keinginan untuk menujunya adalah langkah kecil. Setapak demi setapak berjalan, membimbing, dan menyerahkan diri dengan kelapangan.

Kadang sedikit gusar meski tak membuat gentar, sedikit canggung tapi tak menjadikan buntung. Demikianlah cahaya yang ada di depan, jauh seperti tak tergapai. Nyatanya bisa diraih kapan saja tanpa perlu ada ketakutan. Percayalah, ia akan memberi ketenangan juga kebahagiaan.

Bermimpilah setinggi langitSedari kecil memang aku, kamu dan mereka diajarkan bermimpi, memupuk segala cita-cita dan harapan-harapan. Kita semua selalu diberi ruang imajinasi luar biasa, tanpa sedikit pun merasa bahwa rintangan adalah salah satu cara Tuhan mengingatkan bahwa hidup tak selalu sesuai dengan rencana awal.

Begitupun denganmu, tidak perlu merasa takut dan kekanak-kanakan. Bermimpilah selama itu membantumu lebih percaya diri untuk terus melanjutkan hidup dengan baik dan bijak. Bukankah kamu sendiri juga tahu dan sering mendengar mantra terkuat yang banyak dirapalkan orang?

Itulah kata-kata yang selalu digaungkan untuk menyemangati dirinya sendiri agar tidak jatuh dan terpuruk, tidak berputus asa dan mudah rapuh, tidak berhenti berjuang meski gagal selalu datang bergantian. Tidak hanya kamu, kita semua memang diberikan sebuah pemikiran dan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya hidup dijalankan; penuh pertimbangan dan rencana; menggantung cita-cita dan mimpi, kemudian dipegangnya erat-erat untuk diwujudkan.

Hidup selalu berlanjut. Tidak perlu takut untuk bermimpi, setiap orang punya kesempatan yang sama untuk berhasil. Meraih yang diinginkan dan membuktikan pada dunia bahwa mimpi adalah salah satu cara bagaimana membangun ambisi. Mewujudkannya dengan doa-doa dan ikhtiar yang panjang.

Tidak akan ada orang yang benar-benar mengerti bagaimana hidup harus dijalankan. Semua orang hanya diberikan upaya dan petunjuk. Kita semua sama dalam banyak hal meski cukup kentara dalam satu perbedaaan. Jadi, cukup dinikmati saja setiap perjalanan yang sudah diputuskan diawal karena berpijak di atas kaki sendiri lebih baik daripada melewati selangkangan orang lain.

Biarkan saja orang tertawa atas hal-hal konyol yang dilakukan, mungkin kebanyakan dari mereka belum mengerti bahwa garis yang sudah dipilih adalah kebenaran. Tersenyumlah untuk segala kekeliruan yang orang lain sangkakan. Hidup selalu begitu, kadang manis dan tak jarang penuh kepahitan di sisi yang lain. Terpenting, kamu selalu belajar dan tidak menggurui satu sama lain.

Buktikan dengan tindakan yang diambil. Tidak perlu berkecil hati ketika orang-orang memanggilmu dengan nada mengecilkan dan menyepelekan.

Dengarkan kata-kata yang baik dan buang jauh-jauh setiap kata-kata yang kotor. Pilihlah dengan bijak dan tak perlu merasa risau dengan gunjingan. Bukankah orang-orang berhak berkomentar dan merasa bangga dengan dirinya sendiri? Jadi dinikmati saja, mungkin mereka tengah asyik dengan kelalaian sendiri dan lupa pada kealpaan pengetahuannya.

Berbanggalah karena selama ini kamu masih memegang teguh keyakinan. Seperti yang pernah dikatakan oleh penyair kondang bernama Rendra: kemarin dan esok adalah hari ini. Oleh karenanya, masa depan tidak perlu dirisaukan, cukupkan dengan berjalan dan meneruskan apa yang telah dimulai. Jika ada kekeliruan, diperbaiki dan jika ada yang dianggap masih kurang maka ditambah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk sampai ke masa depan apalagi meniru-nirunya untuk diakui kecakapan dan kemampuannya. Cukup menjadi diri sendiri. Biarkan saja ekspektasi liar orang-orang menjadi hakim atas dirinya sendiri, toh berekspektasi itu tidak ada larangannya dan imajinasi masing-masing orang itu diberikan secara gratis.

Pemikiran mereka denganmu tidak akan pernah sama, dalam diri manusia selalu ada kegagalan dan keberhasilan. Kamu sebenarnya tahu, di antara keduanya itu ada kesempatan dan keberuntungan. Siapa tahu dengan ekspektasi yang dibuat oleh orang lain, kamu mampu mewujudkannya. Mengapa tidak diamini saja jika itu adalah keinginan baik dan benar?

Lihat saja masa depan yang ingin diraih. Gugusan-gugusan doa yang telah dirapal jangan pernah dilupakan. Percayalah bahwa yang dibangun dari mimpi itu adalah kebaikan dan keberhasilan meski sebenarnya tidak ada jaminan akan sesuai. Tuhan selalu tahu apa yang dibutuhkan. Jadi tidak perlulah berkecil hati karena suatu keinginan, mimpi, dan harapan. Setiap orang punya bayangannya sendiri perihal masa depan, begitu pun dengan yang saat ini kamu bayangkan.

Pada intinya, berbuatlah baik pada setiap orang. Tidak merasa lebih pintar dan lebih beruntung. Masing-masing orang punya sejarahnya sendiri dan setiap orang berbeda dalam membangun sejarah mimpinya. Masa depan yang kamu lihat tentu akan berbeda dengan yang dilihat orang lain. Bisa jadi kamu melihat masa depan dengan mata batin, sedangkan yang lain melihat masa depan dengan kekalutan pikiran.

Melihat masa depan tidak harus sama. Masa depan yang tengah kamu bayangkan adalah tonggak yang akan membawamu pada keberhasilan. Jika berhenti akan gagal dan jika meneruskan banyak jalan serta akan kamu temukan cara-cara untuk sampai padanya.

Bermimpilah untuk bisa melihat masa depan tapi jangan langsung dipercaya. Siapa tahu setan-setan tengah menguji ketabahan dan keimanan? Tetaplah berdoa dan berikhtiar, segala usaha tidak sia-sia. Selamat berjuang menemukan masa depan yang cerah untuk kamu ambil hikmah darinya; di jalan di mana kamu menuju ke arahnya.

0 0

About Post Author

Ahmed Fauzy Hawi

Mahasiswa jurusan Manajemen (kompetensi bidang Pemasaran, dan Manajemen Operasional) di Universitas Cokroaminoto dan konten kreator. Saat ini sedang bekerja di PT. Renjana Indonesia, Indie Book Corner, Orbit Indonesia, dan Toko Buku Indie.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *