Read Time:2 Minute, 0 Second

Berbahagialah, Hidup Tidak Pernah Sia-sia – Jika aku boleh berkata dan mengingatkan: Persoalan hidup tidak perlu diperdebatkan dan perihal masa lalu yang tak bisa diperbaiki biarlah ia menjadi sebuah pelajaran untuk mu menjadi lebih baik – bukan yang terbaik karena kamu tidak perlu itu.

Tegakkan dan kokohkan saja bangunan barumu. Setidaknya sampai ia menjadi sebuah benteng peradaban yang melebihi tembok besar Gorgan. Karena ada saatnya di mana hidup hanya perlu berserah diri kepada Tuhan dan perkara yang menanti di depan tak perlu dipusingkan.

Cukup diyakini, Tuhan telah memilihkan jalan terbaik yang tak mudah diterima akal. Semua orang punya kesempatan, demikian denganmu jika memiliki keyakinan dan keteguhan untuk menepis picik pikiran.

Bahagia bisa saja kamu bangun dari puing-puing luka masa lalu. Meleburkan segala ego di atas altar pilu sebagai persembahan dan kesembuhan. Rengkuh segala hal yang pernah ditakutkan dan biarkan harapan-harapan membawamu pada altar suci kehidupan.

Sebab kelapangan akan menujumu bersama kasih Tuhan yang satu. Cukupkan segala tabah menenangkan ketakutan dan kekakalutan yang pernah kau sebutkan. Biarkan kepercayaan membimbingmu pada sebuah jalan yang tak pernah dipilihkan manusia sebelummu.

Hidup sudah demikian, jauh sebelum kau dilahirkan. Maka berjalanlah tanpa pernah memusingkan bentuk-bentuk pertanyaan, carilah kebenarannya kemudian tanamkan dalam hati dan pikiran. Yang terpenting, ambil baiknya dan biarkan buruk dibawa badai. Berlalu lalu hilang.

Demikian dengan orang yang selalu bilang padamu: Bahagia bisa saja kau bangun dari puing-puing masa lalu yang begitu enggan kau perbaiki apalagi disembuhkan; atau memilih membangun runtuhan ego di atas altar pilu yang penuh dengan keculasan dan kebodohan.

Setiap orang punya sudut pandangnya sendiri, begitu pula denganmu. Jika kelak ada orang yang memfatwakan sebuah wahyu, biarkan saja. Karena bisa jadi semua itu hanyalah asumsi yang lahir dari ketidaktahuannya.

Persoalan hidup bukan untuk diperdebatkan, ia hanya perlu dijawab dengan tindakan dan perilaku. Baik benar selalu berbeda menurut masing-masing orang, kerjakan apa yang memang jadi tugasmu dan tuntaskan sesuatu yang sudah menjadi tanggungjawabmu.

Karena sebenarnya hidup lebih sederhana dari yang dibayangkan dan jika kamu percaya, hanya pola pikirlah yang menjadikannya rumit.

Jangan sampai tertahan di satu titik dan menyesal di hari tuamu. Masa lalu, biarkan saja ia menjadi sebuah kenang yang mengajarkan bahwa hidup harus tetap dilanjutkan. Setidaknya, kebaikan terdahulu — entah dari siapapun itu — menjadi sebuah kunci untukmu membuka pintu ke masa depan dengan tetap baik-baik saja. Dan yang terpenting, kau tetap berterima kasih kepada sekian banyak hal yang disimpan di belakang.

Yogyakarta, 20 Februari 2020

0 0

About Post Author

Ahmed Fauzy Hawi

Mahasiswa jurusan Manajemen (kompetensi bidang Pemasaran, dan Manajemen Operasional) di Universitas Cokroaminoto dan konten kreator. Saat ini sedang bekerja di PT. Renjana Indonesia, Indie Book Corner, Orbit Indonesia, dan Toko Buku Indie.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *