Categories
Kontemplasi

Kita yang Bermusim, Asmara dan Remuk Dada

Kita yang bermusim, pada asmara dan ganasnya luka / Cinta ibarat hujan yang jatuh / menjelma remuk dada / Membawa bahagia juga getir yang tak kalah beratnya. – Ahmed Fauzy Hawi Pertemuan kita saat itu bermula ketika fajar menyingsingkan embun ke pelukan matahari. Isyarat dan bahasa tubuh yang menjelma doa, kala ucapan selamat pagi menyentuh […]

Categories
Ulasan

Kunto Aji Pilu Membiru yang Haru

Kunto Aji Pilu Membiru yang Haru – Kunto Aji adalah salah satu musisi Indonesia yang dilabeli oleh Uppercut dan Juni Record. Pria kelahiran 04 Januari 1987 ini pertama kali dikenal karena bakatnya ketika mengikuti ajang Indonesian Idol musim kelima dan menjadi finalis keempat. Kunto Aji lahir dengan nama asli Kunto Aji Wibisono, memulai karirnya di […]

Categories
Ulasan

Komunitas Paragraf Melestarikan Literasi

Sebuah Roman – Komunitas adalah kumpulan yang terdiri dari orang-orang dengan latarbelakang berbeda. Lahirnya sebuah komunitas biasanya didasari oleh minat bersama seperti kesamaan hobi. Banyak komunitas di luar sana yang sudah ada dan hampir semua komunitas memiliki nama dan bergerak di bidang tertentu, mulai dari komunitas Blogger, WordPress, Menulis dan lain sebagainya. Salah satu contohnya […]

Categories
Puisi

Cintamu Ruang Masa Depan dan Puisi Lainnya

Cintamu Ruang Masa Depan adalah puisi yang sebelumya ditulis di Tumblr, Facebook dan Google Doc. Semoga puisi-puisi berikut ini bisa memberikan inspirasi. Menjelmamu Biarkan saja hidup menjelmamumengajarkan sebuah kenanguntuk kau tanam dalam ingatan. Biarkan saja hidup menjadikanmulagu-lagu penguat sebuah perjalananbanyak orang yang kau temukan. Hidup dan kamu adalah dua simbolisasimakna yang melekat dan teruraidalam tubuh […]

Categories
Kontemplasi

Apa yang Kau Sebut Bahagia

Bahagia adalah sebuah definisi yang diyakini oleh masing-masing kita, lalu apa yang kau sebut kebahagiaan itu? Adakah ia sama seperti apa yang kuutarakan pada masa depan tentang hari ini? Cinta tak banyak dipahami oleh masing-masing kita, hanya sebuah rasa terkandung dalam dada menjadi dasar bahwa hidup tak lebih dari propaganda dan piciknya logika. Kadang kita […]