Read Time:2 Minute, 21 Second

Arti Sebuah Kehidupan dan Kekuatan –¬†Sebagaimana hidup yang selalu kita takutkan, menanggalkan bebas dan keyakinan. Kita seringkali terjebak dan enggan menerima masa lampau. Kita dilahirkan di atas asumsi dan persepsi. Mengikuti idealitas hidup orang lain yang kita anggap sebagai realitas; terkadang merasa harus mundur dan maju di waktu bersamaan.

Hidup adalah apa yang dekat denganmu, bernafas dan berdiam diri dalam dadamu; memberimu kekuatan dan beberapa pilihan melanjutkan kebaikan. Sayangnya ketakutan lebih dulu datang menjadi kenyataan, mengkaburkannya dari rasa peka dan ketidaktahuan menewaskannya berkali-kali; tak pernah ditemui.

Kita banyak melupakan hidup adalah pelbagai keangkuhan, menjerumuskan kebaikan-kebaikan dan memalsukan kematian sebab selalu takut disalahkan. Bagi sebagain yang alim dan bijak:

Kennengna kennengin, klako’na klakonin. Jhe’ sampe loppa, odhi’ reah cong! coma matoro’ nyabeh.

Deddi oreng jiah ya ghutoh andhab asor, sala lopote dalam odhi’ cokop sittung: partajeh ka se kobesah. Ben pole sapa se kuat e dunnya reah mun benni pangeran se nunggal ben tonggal jiah?

Odhi’ jiah kodhu bagus ka selaen. Buang jhubeen pekkeren. Tak parlo nyareh aleman ben manussa tak butoh e alem. Cokop agi dhe’ sittung tojjuen, abakte ben ngaraksa jhe’ sa ongghuna tadhe’ ka koaten e ka andhi’ manussa angen coma pangeran.*

Di bawah ini bukan terjemahannya melainkan hanya manifestasi karena bahasa Madura (maupun bahasa daerah lainnya) tidak terserap keseluruhan dalam bahasa Indonesia.

Berkenaan dengan tanggung jawab dan segala hal yang ditanggungkan pada tubuh ini adalah perkara bagaimana kita menuntaskan. Karena dalam kehidupan, kita hanya menitipkan satu sepersekian detik kehidupan kepada Tuhan dengan tebusan amal baik dan perilaku terpuji. Dari kecil kita senantiasa diajarkan, hal terpenting adalah adab (sopan santun, perilaku baik dan terpuji). Sejak dini kita diingatkan untuk selalu mengingat, ilmu jika tidak diingiri dengan perilaku baik (akhlakul karimah) seperti halnya pohon indah tapi tidak berbuah.

Berperilaku baiklah kepada siapapun, jangan pernah mengemis akan sebuah pujian. Sebab manusia tidak membutuhkan itu, yang manusia butuhkan adalah memperbaiki diri sepanjang hari.
Jangan pernah beranggapan bahwa kita mampu, segala kekuatan yang lahir dan terpatri tidak lebih karena kekuasaan Tuhan. Kemustahilan banyak dimiliki manusia, begitu pula dengan keterbatasan-keterbatasan.

Hidup adalah tentang bagaimana kita percaya bahwa sesungguhnya keagungan dan kemuliaan hanyalah milik Tuhan semata, manusia hanya dikarunia. Maka berterima kasihlah dengan terus melakukan kebaikan dan menuntaskan kewajiban sebagai manusia. Mengabdi dan berbakti; meluruskan kesalahan dan mempertahankan kebenaran; kebaikan dan kemaslahatan.

* Terjemahan Bahasa Madura

Yang menjadi tempatmu tempati, yang menjadi pekerjaanmu kerjakan. Jangan sampai lupa, hidup ini Nak! Hanya menitipkan nyawa.

Menjadi orang itu harus punya perilaku baik, kekeliruan dalam hidup hanya satu: Percaya kepada Tuhan dan siapa lagi yang memiliki kekuatan dan kekuasan jika bukan Tuhan yang Esa di dunia ini?

Kita hidup haruslah bersikap baik kepada orang lain. Membuang segala pikiran picik. Tidak perlu mencari pujian karena manusia tidak membutuhkannya. Cukup kepada satu tujuan, berbakti dan merasakan bahwa sesungguhnya tiada kekuasaan dimiliki manusia kecuali Tuhan

Yogyakarta 20 Februari 2020

0 0

About Post Author

Ahmed Fauzy Hawi

Mahasiswa jurusan Manajemen (kompetensi bidang Pemasaran, dan Manajemen Operasional) di Universitas Cokroaminoto dan konten kreator. Saat ini sedang bekerja di PT. Renjana Indonesia, Indie Book Corner, Orbit Indonesia, dan Toko Buku Indie.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *