Categories
Naskah Lama Puisi

Aku (Berhati-Hati) Mencintaimu

Aku (Berhati-hati) Mencintaimu merupakan sebuah puisi yang ditulis pada tahun 2017. Di mana puisi ini diselengi dengan pembacaan versi monolog dan epilognya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihati di bawah ini. Selamat menikmati.


Monolog:

Tuhan memberikan kesempatan pada kita semua untuk merasakan jatuh cinta. Cinta datang dari segala arah yang tidak pernah kita tahu sebelumnya dan cinta juga adalah kekuatan-kekuatan bagi setiap orang untuk merealisasikan keinginannya.

Namun apa yang akan terjadi, jika cinta datang mengetuk hati seseorang yang introvet dan tidak pernah bisa berkomunikasi dengan baik, terlebih orang yang pernah gagal dalam suatu hubungan? Kira-kira bagaimana keputusan diambil jika salah satu dari kita mengalaminya, akankah kita mengungkapkannya atau hanya membiarkannya tumbuh semakin besar dalam hati? Menyimpan dan membiarkan Tuhan memberi penjelasan pasti tentang sebuah hal yang tidak pernah bisa kita lakukan?

Aku (Berhati-Hati) Mencintaimu

Rasaku mendesak, hatiku terasa sesak
Telah sampai pada kata
Tersentak dalam pelepasan tak terelak
Cinta doa alam raya ketika Tuhan bersabda

“Segala yang ada datang dariKu
Cintamu menjelma dari karunia-Ku
Sudah semestinya kau rawat agar tiada luka”.

Apa yang sudah digariskan sebelumnya
Buih ombak memutih cintanya
Luka yang masih menganga
dan air mata yang belum kering deritanya
Cinta dan segala rasa kembali bermuara
atas kasih dan sayang Tuhan yang Esa.

Aku (berhati-hati) mencintaimu
Masihkah empatbelas tangkai doaku
kau genggam penuh harapan
setelah sesak dadaku kembali tertahan.

Cintaku yang tumbuh atas rahmat dari-Nya
Menjadikanmu semesta kedua setelah bumi
Cintaku yang melekat menggantung di kelabu awan
menjadi hujan ketika kemarau dadaku datang.

Aku (berhati-hati) mencintaimu
sengan islamnya cinta
dan imannya sebuah kesetiaan.
Zuhudkan rasa dalam darma dan dogma-dogma
: menyeruku amin ketika Tuhan bersabda

“Telah sampai masanya, di mana cinta
datang menjemputmu dari keganasan samudera
Aku, telah membawakanmu seseorang
Untuk kau jaga, seperti cinta yang turun
karena sifatKu, Tuhan segala hamba”

Viola Purpurea* …
Bolehkah kupanggil namamu
dengan inisial-inisial atau kata depanmu saja?
setidaknya sampai Tuhan merelakan
rasa yang sesungguhnya terungkap
langsung dari bibirku.

Aku (berhati-hati) mencintaimu
dengan doa-doa suci diajarkan Tuhan
dan semoga yang diriwayatkan Jibril kepada Musa.

Epilog:

Tersirat apa yang pernah dirasakan, tersimpan rapi dalam dada. Berangkat dari kisah kelam yang begitu menyakitkan, cinta selalu membawa bahagianya sendiri. Dengan cara-cara yang tidak pernah disebutkan dalam kehidupan. Adapun tentang apa yang diriwayatkan, kehidupan laksanan ombak yang berperang badai. Sedangkan Tuhan adalah penolong satu-satunya ketika perih dan pedih kegagalan menghunjam. Perjalanan selalu punya caranya sendiri untuk kita kembali ke jalan yang seharusnya dan cinta salah satu penolong yang diberikan Tuhan kepada kita.

Yogyakarta, 11 Januari 2017


Keterangan:

Viola Purpurea adalah jenis Bunga Violet. Kelopaknya berwarna kuning dan umumnya dikenal dengan nama Violet Goosefoot. Bunga ini memiliki subspesies yang bisa ditemukan di Amerika Serikat bagian barat dari Wyoming ke California.

By Ahmed Fauzy Hawi

The second child of the romantic couple, Sahawi and Saniah | Writing poetry | Studied at the University of Cokroaminoto Yogyakarta, majoring in management with the consenation of human resources management.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.