Puisi Kerinduan
Kerinduan - Puisi ditulis pada tanggal 16 April 2020 dan sudah diposting di halaman Facebook juga Instagram Ahmed Fauzy Hawi. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Bagaimana perasaanmu ketika rasa rindu datang menghantui dan kamu tidak bisa apa-apa selain mengingat wajah kekasihmu; terlelap dalam ingatan-ingatan dan merasa jarak menjadi salah satu bentangan luas yang sukar dijamah pertemuan? Kita selalu tahu, rindu tidak pernah bisa dibuat patuh. Ia dengan penuh keangkuhan, menggertak kita seakan-akan menghilangkan ketabahan-ketabahan dan merenggut pertemuan dari pandangan.
Kerinduan
Kutipan Puisi: Kerinduan

Kerinduan

/1/

Aroma tubuh
menyentuh
mendekapmu seluruh.
Rindu yang tak pernah patuh
dan sesak dadaku penuh.

Aku merindukanmu
dan selalu berdoa
di batas waktu
perjumpaan kita
Lalu, bagaimana
denganmu?

Sepekan yang lalu
kau masih menungguku
dengan ucapan selamat datang
dan permintaan kasih sayang.

Masihkah kau mengingatnya
doa yang tak pernah hilang
oleh keheningan
dan kesendirian?

Kini tak lagi ditemukan
hangat peluk tubuh
aroma cinta kerinduan
sendiri, seakan-akan rapuh.

Rindu memang selalu begitu
egolah yang angkuh.
Kau dan aku
hilang separuh.

Sleman, 16 April 2020

/2/

Benar, rindu selalu
membawamu jauh
Tak terengkuh
tak tersentuh
Hilangkan hangat
pelukan tubuh.

Kini kau seakan abadi
dalam ingatan-ingatan
tak ditemukan kehidupan
juga keseharian.

Kau jauh
dari pandangan
dibawa waktu
dan jarak tempuh.

Rindu selalu begitu
tak pernah patuh
membiarkanku

kesepian.

Yogyakarta, 19 April 2020
Legenda Kehidupan: Seorang Penyelamat
Legenda Kehidupan: Seorang Penyelamat - Berdamailah dengan mimpi, agar ia tidak sebutuk pikiran pengecut. Berdamailah dengan segala hal yang belum diketahui, sebab belajar dan memperbaiki diri adalah cara yang sering dilakukan manusia.
Dalem odhi' paneka macokop. Coma rassa sokkor sareng baktena dhe' reng seppo; guru juga ratona [1]
Jika hidup adalah sasana dan telenovela, maka berjalanlah dan bergeraklah semestinya. Sesuai dengan yang telah digariskan. Tidak perlu merasa takut apalagi mempertanyakan masa depan seperti apa. Hidup adalah hari ini dan esok adalah mimpi saat terlelap. Sedangkan masa lampau adalah cerita-cerita yang akan dikenang dan dijadikan pembelajaran. Baik oleh diri sendiri maupun orang sekitar.
Nabi Musa
Kutipan: Legenda Kehidupan, Seorang Penyelamat
Kelak peradaban akan mengisahkan sebuah legenda besar yang banyak dilupakan. Seorang bayi yang berlayar di sungai Nil. Alang-alang menjadi saksi perjalanannya menuju hilir sebelum sampai pada pelukan seorang Permaisuri Mesir. Ia menyelamatkan dirinya sendiri dari Padang Pasir dan menemukan kekuatan di Gunung Suci. Seorang asing yang diterima oleh keluarganya. Membelah lautan dan menutup kekuasaan Ramses II dengan kekuatan pasti dari Ilahi.

Jangan sampai dilupakan, falsafah lama yang diajarkan oleh leluhur. Falsafah yang menjadi pegangan dan cara mendidik diri sendiri untuk tidak lupa kepada guru tolang -- seorang guru yang pertama kali mendidik dan mengajarkan tentang sebuah ilmu.
Guru tolang jiah se ngajerin kakeh ajelen, nguca' ben ngaji. Pa enga' mun tadhe' guru tolang kakeh tak kera deddhi oreng se jember odhi'en [2]
Falsafah lama jangan sampai hilang dan dilupakan. Tanamkan dalam kepala dan hati, sehingga apa yang sudah diajarkan oleh leluhur tidak hilang tergerus zaman.
Oreng se nyare elmo jiah Cong, jhe' sampek loppah ka ca oca'an bapak-ebuna, guruna, ben  ratona. Bekto ngode, pa tandhes nyare elmo. Bileh depak ka baktona tak kasta. Tak loppah ka bangsana. Ben pole mun bede e bangsana oreng jhe' sampek loppah, ngastete ben ngormat dhe' ka biasa'na [3] Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.
Terkadang perkembangan zaman menjadikan kita lupa bahwa ajaran leluhur banyak ditinggalkan dan dilupakan. Kita sebagai anak cucu parahnya menganggap hal itu sebagai sesuatu yang kolot; tertinggal dan terbelakang. Namun yang tidak disadari adalah, hal itu membunuh kebiasaan dan budaya yang sudah ada serta dijaga mati-matian oleh nenek moyang.

Perkembangan zaman seakan-akan menjadikan kita lupa pada bahasa ibu sendiri, lupa pada kekayaan sendiri bahkan mengagungkan budaya orang lain. Seperti kita hendak menjadi salah satu faktor, penjajahan dengan gaya imperialis. Kita sebagai generasi dan penerus tidak mengkaji pentingnya suatu ajaran leluhur. Ajaran yang sudah berabad-abad lamanya dijaga; diajarkan dari generasi ke generasi.

Contoh sederhananya, apakah kita masih ingat sastra lama yang ada di kampung halaman sendiri? Apakah sastra dan kekayaan budaya lainnya masih eksis atau justru hilang ditelan zaman; hilang karena ketidakpedulian kita sebagai penerus? Budaya kita adalah budaya lokal yang penuh dengan keberagaman, jangan sampai perkembangan zaman membunuh kekayaan tersebut sehingga ke depannya anak cucu dan generasi hanya tahu ceritanya saja tanpa pernah tahu bentuknya seperti apa.

* Terjemahan Bahasa Madura
[1] Dalam hidup adalah bersyukur. Hanya rasa syukur dan bakti kepada orang tua; guru dan raja (dalam hal ini adalah penguasa maupun kepala pemerintahan seperti Presiden, Gubernur, Bupati dan Kepala Desa).
[2] Guru Tolang adalah Guru yang pertama kali mengajarkan kita membaca dan mengaji, biasanya dalam sosial dan kehidupan di Madura, yang pertama kali menjadi Guru Tolang adalah orang tua entah itu Ibu maupun Ayah. Ini diambil dari salah satu pribahasa Madura. (Terjemeahan: Guru Tolang itu yang mengajarkanmu berjalan, berbicara dan ngaji. Perlu diingat jika tidak ada Guru Tolang, kamu tidak akan menjadi orang yang hidupnya baik dan penuh dengan kebaikan-kebaikan).
[3]  Orang yang mencari ilmu itu Nak, jangan sampai lupa dengan ajaran dan fatwa orang tua, guru, dan kepala pemerintahan. Sewaktu mudah, perbanyak mencari pengetahuan. Biar tidak menyesal jika waktunya telah tiba. Tidak melupakan bangsanya (kaumnya) sendiri. Dan lagi jikalau ada di wilayah orang lain (ini biasanya diingatkan kepada anak-anak Madura yang merantau ke luar pulau) jangan sampai lupa, berhati-hati, dan menghargai budayanya.
Tulisan ini ditulis pada tanggal 08 Maret 2020 dan sudah diposting di halaman Facebook dan Instagram Ahmed Fauzy Hawi.
Menyelamatkan Diri
Menyelamatkan Diri - Kita adalah kegagalan yang tak pernah bisa menemukan kesempatan kedua, maka biarkan saja Tuhan mengingatkanmu kembali tentang bagaimana dulu kau berjuang. Meyakinkanku untuk membuka pintu rumah dan membiarkanmu masuk. Menempati ruang hati sebelum akhirnya menyatu bersama.
Tentang Kehidupan
Kutipan: Menyelamatkan Diri
Carate se ampon lebet nikah bukte, sanontona odhi' sakejjeben mata. Manussa coma nyambi bakte, se ekaolle bekto odhi' ngastete.*
Jika kelak kenang masih tak bisa kau lupakan. Aku hanya ingin berpesan padamu yang pernah menjadi bagian dan tujuan: lantunkan kembali segala doa yang belum sempat kau ucapkan, siapa tahu Tuhan mengabulkannya melalui perantara lain.

Jika kelak masa lampau lebih sukar kau ceritakan, lebih berat untuk kau pikul dan kau jadikan pelajaran. Maka biarkan lakon-lakon fiksi yang sering kau ceritakan mengambil alih peran hidupmu sementara. Bukan berarti menghindar, hanya menepi sebentar sebelum akhirnya kau temukan keputusan dan ketabahan.

Jika kelak luka yang dengan mati-matian ingin disembuhkan menganga lagi, setidaknya biarkan suci air mata membasuh dan membersihkannya. Mungkin dengan begitu kau kan temukan lagi yang nama harapan. Jatuh dari rasi-rasi bintang, membawa mimpi indah di penghujung jalan yang sempat kau semogakan.

Jika kelak, kau merasa tidak mampu dan terpuruk dalam. Maka biarkan kehangatan kasih Ibu mengajarkan bahwa ketulusan tidak untuk diperjualbelikan apalagi diperdebatkan dengan banyak asumsi dan pola pikir dangkal pengetahuan yang sifatnya ilmiah.

Tuhan selalu punya cara dan mengetahui apa yang dibutuhkan; dirisaukan hati dan dipikirkan manusia. Percayalah, tidak ada kata paling ampuh dari berserah diri, melapangkan dada dengan terus mengabdi dan mengevaluasi segala kejadian yang pernah kau sebutkan.

Buang jauh-jauh segala mitos simsalabim dan pertahankan luhur kekuatan semesta yang lahir dari wahyu Tuhan: Kun Fayakun. Terakhir aku ingin mengucapkan, selamat memetik berkah dan nikmat pelajaran masa lampau yang banyak dilupakan sebab perkembangan zaman. Jika lisan bisa menjadi bumerang, ia juga bisa menjadi senjata untuk merontokkan segala keresahan. Karenanya menyelamatkan diri adalah sebuah kewajiban dan tanggung jawab sebagai manusia adalah berprilaku baik pada sesama.

* Terjemahan Bahasa Madura
Cerita yang sudah lewat adalah bukti, sesungguhnya hidup sekejap mata. Manusia hanya membawa bakti, yang diperoleh ketika hidup dengan hati-hati.
Tulisan ini ditulis pada tanggal 27 Februari 2020 dan sudah diposting di akun instagram Ahmed Fauzy Hawi.
Arti Sebuah Kehidupan dan Kekuatan
Arti Sebuah Kehidupan dan Kekuatan - Sebagaimana hidup yang selalu kita takutkan, menanggalkan bebas dan keyakinan. Kita seringkali terjebak dan enggan menerima masa lampau. Kita dilahirkan di atas asumsi dan persepsi. Mengikuti idealitas hidup orang lain yang kita anggap sebagai realitas; terkadang merasa harus mundur dan maju di waktu bersamaan.
Makna Kekuatan dan Kekuasaan
Kutipan: Arti Sebuah Kehidupan dan Kekuatan
Kita banyak melupakan hidup adalah pelbagai keangkuhan, menjerumuskan kebaikan-kebaikan dan memalsukan kematian sebab selalu takut disalahkan. Bagi sebagain yang alim dan bijak:
Hidup adalah apa yang dekat denganmu, bernafas dan berdiam diri dalam dadamu; memberimu kekuatan dan beberapa pilihan melanjutkan kebaikan. Sayangnya ketakutan lebih dulu datang menjadi kenyataan, mengkaburkannya dari rasa peka dan ketidaktahuan menewaskannya berkali-kali; tak pernah ditemui.
Kennengna kennengin, klako'na klakonin. Jhe' sampe loppa, odhi' reah cong! coma matoro' nyabeh.
Deddi oreng jiah ya ghutoh andhab asor, sala lopote dalam odhi' cokop sittung: partajeh ka se kobesah. Ben pole sapa se kuat e dunnya reah mun benni pangeran se nunggal ben tonggal jiah?
Odhi' jiah kodhu bagus ka selaen. Buang jhubeen pekkeren. Tak parlo nyareh aleman ben manussa tak butoh e alem. Cokop agi dhe' sittung tojjuen, abakte ben ngaraksa jhe' sa ongghuna tadhe' ka koaten e ka andhi' manussa angen coma pangeran.*

Di bawah ini bukan terjemahannya melainkan hanya manifestasi karena bahasa Madura (maupun bahasa daerah lainnya) tidak terserap keseluruhan dalam bahasa Indonesia.

Berkenaan dengan tanggung jawab dan segala hal yang ditanggungkan pada tubuh ini adalah perkara bagaimana kita menuntaskan. Karena dalam kehidupan, kita hanya menitipkan satu sepersekian detik kehidupan kepada Tuhan dengan tebusan amal baik dan perilaku terpuji. Dari kecil kita senantiasa diajarkan, hal terpenting adalah adab (sopan santun, perilaku baik dan terpuji). Sejak dini kita diingatkan untuk selalu mengingat, ilmu jika tidak diingiri dengan perilaku baik (akhlakul karimah) seperti halnya pohon indah tapi tidak berbuah.

Berperilaku baiklah kepada siapapun, jangan pernah mengemis akan sebuah pujian. Sebab manusia tidak membutuhkan itu, yang manusia butuhkan adalah memperbaiki diri sepanjang hari.
Jangan pernah beranggapan bahwa kita mampu, segala kekuatan yang lahir dan terpatri tidak lebih karena kekuasaan Tuhan. Kemustahilan banyak dimiliki manusia, begitu pula dengan keterbatasan-keterbatasan.

Hidup adalah tentang bagaimana kita percaya bahwa sesungguhnya keagungan dan kemuliaan hanyalah milik Tuhan semata, manusia hanya dikarunia. Maka berterima kasihlah dengan terus melakukan kebaikan dan menuntaskan kewajiban sebagai manusia. Mengabdi dan berbakti; meluruskan kesalahan dan mempertahankan kebenaran; kebaikan dan kemaslahatan.

* Terjemahan Bahasa Madura
Yang menjadi tempatmu tempati, yang menjadi pekerjaanmu kerjakan. Jangan sampai lupa, hidup ini Nak! Hanya menitipkan nyawa. Menjadi orang itu harus punya perilaku baik, kekeliruan dalam hidup hanya satu: Percaya kepada Tuhan dan siapa lagi yang memiliki kekuatan dan kekuasan jika bukan Tuhan yang Esa di dunia ini? Kita hidup haruslah bersikap baik kepada orang lain. Membuang segala pikiran picik. Tidak perlu mencari pujian karena manusia tidak membutuhkannya. Cukup kepada satu tujuan, berbakti dan merasakan bahwa sesungguhnya tiada kekuasaan dimiliki manusia kecuali Tuhan
Tulisan ini ditulis pada 20 Februari 2020 dan sudah diposting di akun Instagram dan halaman Ahmed Fauzy Hawi